Situs Berita Kesehatan Terpercaya

Oaktree Medi Services

Bulan: Januari 2026

Kesehatan Mata

8 Strategi Menjaga Kesehatan Mata di Era Gadget

Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas sehari-hari tak lepas dari penggunaan gadget. Mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan, gadget sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan bisa berdampak buruk pada kesehatan mata. Mata menjadi cepat lelah, kering, hingga menimbulkan gangguan penglihatan jangka panjang. Untuk itu, penting sekali mengetahui strategi menjaga mata agar tetap sehat meski kita harus berinteraksi dengan layar setiap hari.

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Salah satu cara paling efektif menjaga kesehatan mata adalah dengan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter. Cara ini membantu mata beristirahat dan mengurangi ketegangan otot mata. Selain itu, mata Anda akan lebih jarang mengalami rasa lelah atau sakit kepala akibat terlalu lama menatap layar.

2. Atur Pencahayaan Ruangan

Pencahayaan yang terlalu terang atau terlalu redup bisa memperburuk kondisi mata saat menggunakan gadget. Pastikan ruangan memiliki cahaya yang cukup, tidak terlalu silau, dan tidak menimbulkan bayangan yang mengganggu pandangan. Gunakan lampu yang hangat dan hindari sinar langsung dari jendela atau lampu yang menyorot layar gadget. Dengan pencahayaan yang tepat, kesehatan mata tetap terjaga dan mata tidak cepat lelah.

3. Perhatikan Jarak Pandang ke Layar

Menjaga jarak pandang yang ideal ke layar gadget juga sangat penting. Usahakan layar berada sekitar 50–70 cm dari mata dan sedikit lebih rendah dari garis mata. Posisi ini membantu mengurangi ketegangan pada otot mata dan leher. Jika terlalu dekat, mata harus bekerja lebih keras untuk fokus, dan jika terlalu jauh, Anda akan mencondongkan kepala, yang juga kurang baik bagi kesehatan mata.

Baca Juga: 7 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Harus Diwaspadai

4. Gunakan Filter atau Mode Layar Ramah Mata

Sebagian besar gadget modern memiliki fitur layar ramah mata, seperti blue light filter atau night mode. Cahaya biru yang dipancarkan layar bisa menyebabkan mata cepat lelah dan mengganggu kualitas tidur. Dengan mengaktifkan mode ini, kesehatan mata tetap terjaga, terutama bagi mereka yang sering menggunakan gadget di malam hari.

5. Rajin Berkedip dan Gunakan Tetes Mata

Berkedip adalah refleks alami yang menjaga kelembapan mata. Namun, saat menatap layar gadget, frekuensi berkedip bisa berkurang drastis sehingga mata menjadi kering dan iritasi. Solusinya, sadarilah untuk lebih sering berkedip atau gunakan tetes mata buatan jika diperlukan. Cara sederhana ini bisa membantu menjaga kesehatan mata agar tidak kering atau perih.

6. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Mata

Nutrisi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mata. Beberapa makanan yang baik untuk mata antara lain wortel, bayam, ikan salmon, telur, dan kacang-kacangan. Nutrisi seperti vitamin A, C, E, omega-3, dan lutein mampu melindungi mata dari kerusakan dan meningkatkan daya tahan mata terhadap radikal bebas. Mengonsumsi makanan sehat adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan penglihatan Anda.

7. Lakukan Senam Mata

Senam mata adalah latihan sederhana untuk melatih otot mata agar tetap fleksibel dan tidak cepat lelah. Beberapa gerakan yang bisa dicoba misalnya melihat ke atas dan bawah, kanan dan kiri, atau menggambar lingkaran dengan pandangan mata. Lakukan beberapa menit setiap hari, terutama setelah lama menatap layar gadget. Senam mata membantu memperbaiki sirkulasi darah di sekitar mata dan menjaga fokus mata tetap tajam.

8. Rutin Periksa Mata

Strategi terakhir yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih awal, seperti miopia, astigmatisme, atau masalah lain yang mungkin muncul akibat penggunaan gadget berlebihan. Dokter mata bisa memberikan saran dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan mata Anda.

Gejala Awal Penyakit Jantung

7 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Harus Diwaspadai

Penyakit jantung sering di sebut sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang berpikir bahwa serangan jantung terjadi tiba-tiba tanpa tanda, padahal tubuh sebenarnya sering memberikan sinyal sejak dini. Mengenali gejala awal penyakit jantung bisa membantu Anda mengambil langkah pencegahan lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi serius. Berikut ini adalah beberapa tanda yang sebaiknya tidak di abaikan.

1. Nyeri atau Terasa Berat di Dada

Salah satu gejala awal penyakit jantung yang paling di kenal adalah nyeri dada, yang kadang terasa seperti ada tekanan atau beban berat di bagian dada. Nyeri ini bisa menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, bahkan perut bagian atas.

Meskipun sering di kaitkan dengan serangan jantung, nyeri dada juga bisa muncul akibat masalah pencernaan atau otot. Namun, jika nyeri terasa berbeda dari biasanya, berlangsung beberapa menit, atau muncul saat beraktivitas, jangan menunda pemeriksaan ke dokter.

2. Sesak Napas yang Tidak Wajar

Jika Anda tiba-tiba merasa sulit bernapas saat melakukan aktivitas ringan, ini bisa menjadi gejala awal penyakit jantung. Sesak napas terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah secara optimal, sehingga paru-paru tidak mendapatkan cukup oksigen.

Beberapa orang mungkin mengalami sesak hanya saat tidur atau berbaring, yang di kenal sebagai ortopnea. Gejala ini sering di sertai rasa lelah yang berlebihan dan detak jantung cepat.

3. Mudah Lelah atau Lemah

Kelelahan yang tidak wajar, meski setelah tidur cukup atau istirahat, bisa menjadi tanda bahwa jantung sedang bekerja terlalu keras. Ini merupakan salah satu gejala awal penyakit jantung yang sering di abaikan.

Perubahan hormon, tekanan darah tinggi, atau pembengkakan pada jaringan tubuh akibat gagal jantung juga dapat membuat seseorang merasa lelah terus-menerus. Jika pola ini mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Baca Juga: Menu Sehat 1 Minggu yang Bisa Dicoba di Rumah

4. Palpitasi atau Detak Jantung Tidak Teratur

Detak jantung yang tiba-tiba cepat, lambat, atau terasa “melompat” bisa menjadi gejala awal penyakit jantung. Palpitasi biasanya di sertai pusing, berkeringat dingin, atau sesak napas.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari ketidakseimbangan elektrolit, stres, konsumsi kafein berlebihan, hingga gangguan jantung serius seperti aritmia atau gagal jantung. Memperhatikan pola detak jantung Anda setiap hari bisa membantu deteksi dini masalah ini.

5. Pembengkakan di Kaki, Pergelangan, atau Perut

Pembengkakan atau edema, terutama di kaki, pergelangan, atau area perut, adalah gejala awal penyakit jantung yang muncul ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan baik. Akibatnya, cairan menumpuk di jaringan tubuh.

Selain itu, pembengkakan ini sering di sertai dengan berat badan yang naik cepat dalam beberapa hari dan rasa tidak nyaman di area tubuh tertentu. Mengamati perubahan fisik kecil ini bisa menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

6. Pusing atau Sering Pingsan

Jantung yang bermasalah dapat menyebabkan aliran darah ke otak tidak stabil, sehingga timbul rasa pusing, kepala ringan, atau bahkan pingsan. Ini merupakan gejala awal penyakit jantung yang kadang di abaikan karena terlihat sepele.

Jika pusing muncul secara tiba-tiba saat sedang berdiri atau beraktivitas ringan, segera periksa tekanan darah dan kondisi jantung. Pingsan yang berulang bisa menjadi pertanda aritmia serius atau gagal jantung.

7. Mual, Muntah, atau Keringat Dingin

Beberapa orang mengalami mual, muntah, atau keringat dingin sebagai gejala awal penyakit jantung, terutama pada wanita. Gejala ini sering muncul bersamaan dengan nyeri dada atau sesak napas, tapi kadang terjadi tanpa rasa sakit di dada.

Perlu diingat bahwa tanda ini sering di salahartikan sebagai gangguan pencernaan. Mengamati pola gejala dan segera berkonsultasi ke tenaga medis bisa mencegah risiko serangan jantung yang lebih serius.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén